Seperti yang pernah saya tulis dalam artikel sebelumnya, bahwa saya pun mulai mempelajari berbagai macam trik sulap. Namun ternyata bermain dalam sebuah pertunjukan sulap tidaklah semudah mengetahui suatu trik dan memperagakannya begitu saja ke publik. Karena walaupun orang tersebut mengetahui triknya, namun belum tentu dapat menghasilkan efek menghibur yang luar biasa.
Hal tersebut karena sebenarnya pertunjukan sulap adalah suatu panggung teatrikal yang didalamnya berisi aksi dimana tidak dapat dilakukan oleh orang biasa.
Layaknya suatu teater, perlu ada jalan cerita, perlu ada awalan, klimaks, anti klimaks, dan penutup. Sehingga teater tersebut dapat menghasilkan suatu makna yang berarti bagi penikmatnya.
Begitu pula yang terjadi pada pertunjukan sulap yang saya lakukan bersama partner saya Imam pada acara Wisuda SBM ITB. Kebetulan kami berasal dari jurusan yang sama yaitu MBA (Master of Business Management).
Lalu apa hubungannya dengan magic??
Hal itulah yang perlu dikaitkan untuk membentuk suatu makna dalam suatu show entertainment. Sehingga Saya dan partner saya Imam melakukan hal sebagai berikut:
Yang pertama, dalam Marketing atau Business/Marketing Strategy dikenal dengan namanya Forecasting. Yaitu ilmu yang mempelajari suatu peramalan. Peramalan dalam hal ini adalah prakiraan pada suatu hal yang akan terjadi. Dalam hidup orang mungkin mengetahui mengenai prakiraan cuaca, namun dalam bisnis prakiraan tersebut digunakan untuk mengetahui iklim bisnis, pergerakan saham, marketing plan, dan sebagainya.
Saya mencoba untuk mempraktekan ilmu Forecasting saya dengan melakukan prediksi dalam suatu amplop tertutup yang telah saya simpan dan saya siapkan sebelumnya.
Kemudian saya memanggil audience (Pak Herry - Dosen Marketing) untuk membantu saya mengambil satu kartu dari sebuah tumpukan 52 kartu bebas darimanapun. Saya tidak tahu sama sekali Kartu yang diambil olehnya. Kemungkinan tepatnya pun sangat kecil yaitu 1 berbanding dengan 52 Kartu. Saya pun bertaruh dengan reputasi saya dalam hal ini.
Lalu, saya pun mulai membuka amplop yang berisi kartu prediksi saya, dan membandingkannya dengan kartu yang diambil oleh audience. Lalu dalam hitungan ketiga mulai membalik kartu tersebut, menunjukannya,dan membacanya dengan keras ke penonton. 1.... 2.... 3.....
Ricky Sagishi (Magician) : As Sekop
Pak Herry (Random Audience) : As Hati.

Ooopss...
Dalam forecasting mungkin saja terjadi hal yang meleset seperti ini.. Namun sebagai seorang MBA, sebagai seorang ahli manajemen atau calon pebisnis, tentunya hal seperti ini kerap terjadi. Sehingga terkadang perlu melakukan strategi Plan B untuk mengantisipasinya. Begitu pula yang saya lakukan dalam perform kali ini. Saya pun menyiapkan kartu prediksi cadangan lainnya.. Tidak hanya satu, tapi saya menyiapkan sepuluh prediksi cadangan. Maklum.. namanya juga pesulap beginner.
Ooops... (Again)
Dari sepuluh kartu prediksi lainnya, tak satupun Kartu yang sesuai dengan Kartu yang diambil oleh audience. Saya pun mulai panas dingin. Sehingga saya perlu membuka Jaket saya untuk menenangkan diri dan menarik napas dalam-dalam. Saya pun mulai berbalik badan menghadap partner saya Imam dengan bermaksud memberi kode agar Imam saja yang bermain sulap karena saya telah gagal bermain sulap. Daripada penonton menyaksikan kegagalan saya dalam bermain sulap, lebih baik beralih ke pesulap selanjutnya yaitu Imam.
Hidup memang sulit, terkadang kita pun mengalami kegagalan sehingga kita pun harus bangkit lagi atau melakukan strategi lainnya. Strategi inilah yang saya lakukan, yaitu dengan membiarkan Imam melanjutkan permainan sulap. Sehingga Show ini tidak berakhir begitu saja.
Namun ternyata, ketika saya berbalik ke belakang. Di belakang kaos saya tercetak dengan gamblang sebuah bentuk Kartu dengan warna merah di atas dasar putih. Dan diujungnya tertulis huruf paling pertama dalam Alphabetik, sedangkan ditengahnya terlukis suatu gambar yang melambangkan cinta.
Y
a..
Itu adakah Kartu As Hati.
Ternyata saya tidak sepenuhnya gagal. Gambar yang tertera dibelakang baju saya tepat sekali dengan kartu yang diambil oleh audience.
Apakah itu kebetulan?
"There are no coincidence in Life"
(To be continued to part two)
Last Updated on Thursday, 01 October 2009 10:00

























































Comments
Ntar di part 2 tunggu aja
RSS feed for comments to this post.